Follow by Email

Selasa, 10 Januari 2012

SEJARAH SINGKAT KHALIFAH ALI dan PERANG KARBALA

                                                                               BAB I
                                                                      PENDAHULUAN

         Sejarah merupakan suatu rujukan yang sangat penting saat kita akan membangun masa depan. Sekaitan dengan itu kita bisa tahu apa dan bagaimana perkembangan islam pada masa lampau. Namun, kadang kita sebagai umat islam malas untuk melihat sejarah. Sehingga kita cenderung berjalan tanpa tujuan dan mungkin mengulangi kesalahan yang pernah ada dimasa lalu. Disnilah sejarah berfungsi sebagai cerminan bahwa dimasa silam telah terjadi sebuah kisah yang patut kita pelajari untuk merancang serta merencanakan matang-matang untuk masa depan yang lebih cemerlang tanpa tergoyahkan dengan kekuatan apa pun. Islam berkembang melalui bermacam macam tahap, dari Rasulullah sampai pada masa khulafaul Rasyidin,
Setelah zaman khlifah Ali bnayak permasalahan-permasalahan yang membuat kekuasan Ali cepat berpindah alih kepada Mu’awiyah dan disinlilah banyak paham-paham aliran bermunculan dan perangpun banyak begejolak akibat salah paham antara kubu Ali dan Mu’awiyah, kemudian banyak golongan yang muncul seperti khoarij,murji’ah,syi’ah dan masih banyak lagi golongan-golongan yang ada.
Tujuan dari sejarah ini adalah untuk mengetahui sejauh mana perkembangan islam dan syi’ah baik dari pengaruh syi’ah tentang islam maupun pemahaman suni dan syi’i.


                                                                             Bab II
Ali bin Abi Tholib
          Sejak zaman Ali bin Abi Tholib banyak pertentangan dari beberapa pihak tentang kepemimpinannya karna banyak dari kalangan Muawiyah menuntut agar mencari pembunuh Usman agar diadili dari sinilah banyak hal-hal yang membuat jabatan Ali bin Abi Tholib banyak perseteruan.
Wafatnya Ali bin Abi Tholib
Ali wafat pada tanggal 19 Romadhon tahun 40 H/66M dengan nkematianya itu berakhirlah kedaulatan khulafaur Rosyidin yang berkuasa dekat tigapuluh tahun lamanya,dengan berkedudukan dikota almunawaroh.
Kholifah Ali memerintah 4 thn 9bulan , ia meninggal di usia 63 tahun. Inilah bukti kekeuasanan Ali dan banyak pemahamn yang timbul saapai anknya Hasan Husain dan syi’ah itu sendiri
Akar Historis di Dalam Syi'ah
Syi’ah bisa dilihat dari dua sudut pandang yang berbeda yang pertama dari sudut pandang etimologi dan kedua dari sudut pandang terminologis.
Syi’ah dari sudut pa. halndang etimologis yang berarti pengikut dan pendukung dan secara terminologis syi’ah adalah kaum muslimin yang menganggap pengganti Nabi Saw. merupakan hak istimewa keluarga Nabi (dalam hal ini 'Ali dan keturunannya), dan mereka yang dalam bidang pengetahuan dan kebudayaan Islam mengikuti mazhab Ahlul Bait
A.1. BEBERAPA KLASIFIKASI SYI’AH MENDUKUNG ALI
           Dalam masa hidup Ali, Syi'ah yang mendukung 'Ali dalam perang Jamal dan Shiffin dapat diklasifikasikan dalam tiga varian kecenderungan.
Pertama: Adalah kecenderungan mayoritas Syi'ah saat itu, adalah kelompok yang mengakui kekhalifahan Abu bakar RA dan 'Umar RA. Mereka juga mengakui kekhalifahan 'Utsman RA hingga pada masa di mana 'Utsman RA telah melakukan perubahan dan melakukan hal-hal yang mereka anggap telah menyimpang.
Kedua: Kelompok yang lebih kecil dari kelompok pertama. Mereka berpendapat bahwa runtutan kekhalifahan setelah Rasulullah Saw. adalah Abu Bakar RA, 'Umar RA dan 'Ali. Sedangkah kekhalifahan 'Utsman RA tidak mereka akui. Oleh karena itu, pada masa awal Islam, yang dinamakan syi'i adalah orang-orang yang mendahulukan 'Ali atas 'Utsman RA. Sehingga, menurutnya lagi, saat itu dikenal ada Syi'i dan 'Utsmani. Yang pertama adalah orang-orang yang mendahulukan 'Ali atas 'Utsman RA, sedangkan yang kedua adalah orang yang mendahulukan 'Utsman atas 'Ali.
Ketiga: Kelompok yang paling kecil. Yaitu mereka yang menganggap bahwa orang yang paling utama memangku kekhalifahan setelah Rasulullah Saw adalah 'Ali.
Dari ketiga kecenderungan di atas, dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa mayoritas pendukung Syi'ah tidak melebihkan 'Ali atas semua sahabat Rasulullah Saw. Namun mereka hanya melebihkannya atas 'Utsman. Dan, pelebihan mereka atas 'Utsman itupun bukanlah sebuah konsensus pemikiran yang diamini oleh semua pendukung Syi'ah, namun mayoritas mereka melebihkannya atas 'Utsman RA. setelah 'Utsman RA melakukan tindakan dan kebijaksanaan-kebijaksanaan yang mereka anggap telah melanggar sunnah Rasulullah Saw. dan dua khalifah sebelumnya. Dan, tentu saja apa yang sedang berlangsung pada masa tersebut adalah sebuah proses tarik-menarik antar masing-masing kekuatan politik dengan masing-masing pendukungnya. Sesuatu yang logis terjadi dalam sebuah sistem masyarakat di manapun berada .

A.2. SEKTE-SEKTE DALAM SYI’AH
           Syi’ah berpecah menjadi golongan yang banyak, sebahagiannya lebih ringan kesesatannya dari yang lain dan sebahagian lagi lebih keras dari yang lain. Di antara golongan Syi’ah ialah: Zaidiyyah, Rafidhah Ithna Asy’ariyah, Ismailiyyah dan Fatimiyyah, Qaramithah.

2a. KLOMPOK YANG PALING EKSTRIM/ GULAT
          Sekte ini adalah yang berpandangan bahawa Ali sebagai tuhan dan sekte inipun mendakwahkan drinya sebagai nabi, sekte ini dibagi menjadi 13 sekte dan ada juga yang lain diantaranya adalahal Bayâniyyah, al Janâhiyyah, al Harbiyyah, al Mughîriyyah, al Manshuriyah, al Khithâbiyyah, al Ma'mâriyyah, al Buzaighiyyah, al 'Umairiyyah, al Mufadl-dlaliyyah,asySyarî'iyyah,anNumairiyyah,asSabaiyyah

2b. KLOMPOK IMAMMIYYAH
         Mereka sepakat bahwa Nabi Saw. telah menggariskan bahwa 'Ali lah pemangku kekhalifahan setelah beliau, dengan menyebut namanya secara jelas dan telah mendeklarasikannya kepada umat. Mereka juga berpendapat bahwa mayoritas sahabat Rasulullah Saw. telah sesat karena tidak mengikuti 'Ali. setelah wafatnya Rasulullah Saw. Mereka juga berpendapat bahwa imamah hanya dapat diterima jika telah digariskan oleh nash dan imamah tersebut merupakan hak khusus keturunan Rasulullah Saw diantara klompok ini adalah: al Qath'iyyah, al Kaisaniyyah, al Karbiyyah, ar Rawandiyyah, ar Razâmiyyah, Abu Muslimiyyah,al Harbiyyah, al Bayâniyyah, al Mughîriyyah, al Husainiyyah, al Muhammadiyyah, an Nasâwiyyah, al Qarâmithah, al Mubârakiyyah, as Samîthiyyah, al 'Ammâriyyah (al Futhiyyah), az Zarâiyyah, al Waqîfah, al Musâiyyah


2c. KLOMPOK ZAIDYYAH
         Dalam klompok ini ada 6 sekte antaranya: yaitu al Jarudiyyah, as-Sulaimaniyyah, al Batriyyah, an Nu'aimiyyah, al Ya'qubiyyah dan satu firqah yang berlepas diri dari Abu Bakar r.a. dan 'Umar r.a. sekte ini mengatakan bahwa jika term Syi'ah diperluas bagi semua sekte yang mengaku sebagai Syi'ah, maka barangkali akan ada seratus atau lebih sekte dalam Syi' ah dan siy’ah pun mengatakan, terma Syi'ah hanya khusus bagi Imamiyyah sebagai sekte terbesar setelah Ahlussunnah wa al Jamâ'ah

B.PAKTOR DARI PERANG
           Perang Jamal dan Shiffin yang berakhir dengan arbitrase, yang kemudian mendorong timbulnya Khawarij dan Murji'ah, ditambah dengan pembantaian Karbala, mendorong mereka untuk mencari akar ideologis mereka sendiri. Sejarah memang telah mencatat betapa perlakuan dan nasib yang menimpa mereka amat malang. Pasca perang Shiffin yang merenggut kekuasaan politik mereka, diteruskan dengan pembantaian Karbala dan terbunuhnya Husein RA, sejarah memang tampak tidak berpihak kepada mereka. Setelah tragedi-tragedi yang menyedihkan tersebut, mereka masih terus dihantui pengejaran serta pembantaian secara massal terhadap Ahli Bait Rasulullah Saw. dan pendukungnya.

B.1PENYEBAB TERJADAINYA PERANG KARBALA
           dari beberapa paktor yang mendorong terjadinya perang karbala di akibatkan karena Yazid bin Abi Sofyan telah mengirimkan surat kepada Husain Ali bin Abi Tholib dan menyuruh Husain dengan memilih satu diantara dua pilihan yaitu; baiat yazid atau mati , selain itu penduduk kufah Melihat kondisi buruk itu, yang mencapai puncaknya di zaman Yazid bin Muawiyah, maka sejumlah tokoh Kufah, Irak, yang dulu merupakan pengikut Imam Ali a.s. dan Imam Hasan, menulis surat kepada Imam Husein agar datang ke Kufah untuk memimpinmasyarakat Kufah memerangi Yazid. Imam Husein yang merasa terpanggil untukmenegakkan amar ma'ruf nahi munkar, memenuhi panggilan masyarakat Kufah ini danberangkat menuju ke kota bekas pusat pemerintahan ayahanda beliau itu.Akan tetapi, pihak penguasa, yaitu Yazid yang mencium gerak-gerik penduduk Kufah ini,segera mengirim pasukan militer ke kota ini dan membasmi gerakan tersebut denganmenangkapi, memenjarakan dan membunuhi para tokohnya. Dengan demikian, jadilah Imam Husein. kehilangan pendukung besarnya. Akan tetapi, beliau tetap berniat datang ke Kufah. Yazid yang mengetahui bahwa Imam Husein tetap bergerak menuju ke Kufah, mengirim bala tentara lengkap untuk mencegah kedatangan beliau ke kota ini.Terhalang untuk masuk ke kota Kufah, akhirnya rombongan Imam Husein digiring hingga tiba di sebuah padang pasir bernama Karbala. Ketika datang perintah dari Yazid di Syam, agar Imam Husein beserta rombongannya dibantai, maka terjadilah pertempuran yang sangat tak seimbang, yang kemudian dikenal di seluruh dunia dan di sepanjang sejarah sebagai tragedi Karbala, Pertempuran ini kemudian diperingati setiap tahunnya selama 10 hari yang dilakukan pada bulan Muharram oleh Syi'ah seperti halnya, dimana puncaknya pada hari kesepuluh, Hari Asyura.

                                                                                 BAB III
                                                                              PENUTUP
               Dari pembahasan diatas kita dapat simpulkan,bahwasanya sejarah islam banyak tragedi-tragedi peperanagan yang bersuber dari konflik perselisihan zaman Ali Bin Abi Tholib dan Mu’awiyah sehinga merembet kepada kekuasan Hasan bin Ali dan kekuasan Hasan bin Ali pun jatuh ketanagn Mu’awiyah akibat beberapa faktor yang sehinga Mu’awiyah menjadi Kholifah dan ke Khlifahan dilanjutkan anaknya yaitu Yazid bin Mu’awiyah.Dan banyak klompok-klompok syi’ah berasumsi bahwa Ali adalah tuhan karna khlifah sesudah Ali diangap dari golongan syi’ah tidak sah sekarang perang karbala menjadi kenagan bagi syi’ah dan ini merupakan perang yang menjadi paktor politik kemudian setiap tahun pasti akan dirayakan untuk mengenang taragedi karbala.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar